KOBA – Kenaikan harga plastik yang kian tak terkendali mulai menekan pelaku UMKM di Koba, Bangka Tengah. Lonjakan harga kemasan seperti cup dan kantong plastik membuat biaya operasional meroket, memaksa pelaku usaha mengambil langkah sulit demi bertahan.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga cup plastik naik signifikan dari Rp18 ribu menjadi Rp25 ribu per pak. Sementara kantong plastik ikut merangkak naik dari Rp9 ribu menjadi Rp14 ribu. Kondisi ini menjadi beban tambahan di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Sella, pemilik usaha laundry di Simpangperlang, mengaku harus mencari jalan tengah agar usahanya tetap berjalan. Ia memilih tidak menaikkan harga jasa, namun membebankan biaya tambahan untuk plastik kepada pelanggan.
“Kami tidak naikkan harga jasa, tapi terpaksa kenakan biaya plastik Rp2 ribu,” ujarnya.
Berbeda dengan sektor laundry, pelaku UMKM kuliner memilih strategi lain. Demi menjaga pelanggan tetap setia, mereka tidak menaikkan harga jual, melainkan mengurangi porsi.
Luna, penjual aneka minuman di Koba, mengatakan kini ia menggunakan ukuran cup yang lebih kecil untuk menyiasati kenaikan harga.
“Biasanya satu cup besar es teh Rp5 ribu, sekarang kami pakai cup sedang supaya harga tetap sama,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Bangka Tengah, Irwandi, membenarkan bahwa kenaikan harga plastik merupakan fenomena yang terjadi secara luas, tidak hanya di daerah.
“Sekarang memang serba sulit. Pilihannya hanya dua, kurangi volume atau naikkan harga. Kami terus lakukan pengawasan distribusi di lapangan,” jelasnya. (*)


