JAKARTA – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup. Ini menjadi kali ketiga Darmawan meraih penghargaan bergengsi tersebut.
Penghargaan ini semakin menegaskan konsistensi kepemimpinan Darmawan dalam mendorong transformasi hijau di tubuh PLN. Di bawah arahannya, kinerja lingkungan perusahaan menunjukkan tren positif dengan raihan 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau sepanjang 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang memberikan apresiasi atas kontribusi para pemimpin perusahaan dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan.
Usai menerima penghargaan, Darmawan menyampaikan rasa syukur sekaligus menegaskan bahwa PROPER bukan sekadar bentuk kepatuhan, melainkan momentum akselerasi transformasi PLN menuju perusahaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Dalam lima tahun terakhir, PLN terus mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), pengurangan emisi, hingga pengolahan limbah bernilai ekonomi. Hasilnya, reduksi emisi meningkat signifikan dari 12,9 juta ton CO2 pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO2 pada 2025.
Tak hanya itu, kapasitas EBT PLN telah mencapai 9,4 gigawatt (GW), serta didukung ekspansi pembangkit berbasis gas dengan produksi 33,7 terawatt hour (TWh).
Sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi, PLN juga menjadi pionir pengembangan green hydrogen di Indonesia. Sejak 2023, PLN mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di PLTGU Muara Karang, Jakarta, dan memperluasnya hingga 22 lokasi dengan kapasitas total mencapai 203 ton per tahun.
Langkah ini membuka peluang pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar ramah lingkungan, baik untuk pembangkit listrik, transportasi, maupun sektor industri.
Ke depan, PLN berkomitmen memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, serta mendorong pemberdayaan masyarakat.
“PROPER adalah momentum untuk naik kelas, dari sekadar compliance menjadi pemimpin dalam transisi energi,” tegas Darmawan. (*)


