PANGKALPINANG — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, menyuarakan dorongan kuat agar Pemerintah Kota Pangkalpinang lebih serius menata pembangunan ibu kota provinsi menuju kota yang modern, estetis, dan berdaya saing pada 2026.
Menurutnya, sebagai wajah provinsi, Pangkalpinang harus mampu menampilkan identitas yang kuat, tidak hanya dari sisi tata ruang, tetapi juga dari geliat ekonomi dan daya tarik wisatanya.
“Saya berharap Wali Kota bersama jajaran, termasuk DPRD Kota, memberi perhatian lebih. Pangkalpinang ini etalase provinsi, jadi harus benar-benar ditata maksimal,” tegasnya.
Salah satu fokus yang disoroti adalah potensi sungai yang membelah kota. Edina Sapta menilai kawasan Jembatan Dua Belas bisa dikembangkan menjadi pusat aktivitas baru berbasis wisata air.
Ia bahkan menggagas konsep mini dinner cruise, di mana masyarakat dan wisatawan dapat menikmati makan malam di atas kapal yang menyusuri sungai. Pemerintah, kata dia, cukup menyiapkan infrastruktur dasar seperti dermaga untuk menarik minat investor membangun restoran terapung yang berkelas.
Tak hanya itu, pembenahan wajah kota juga menjadi perhatian serius. Ia menilai sejumlah ruas jalan strategis, termasuk kawasan Jalan Mayor Saffrey Rahman hingga pusat kota, perlu sentuhan desain yang lebih modern.
“Pembatas jalan, pot tanaman, hingga penataan pohon harus diperbarui. Begitu juga lampu kota, harus lebih estetik agar suasana kota hidup, terutama di malam hari,” ujarnya.
Selain estetika, ia juga menekankan pentingnya revitalisasi sungai secara menyeluruh—mulai dari kebersihan, penataan bantaran, hingga pencahayaan kawasan. Di sisi lain, pembenahan trotoar dan sistem lalu lintas juga dinilai penting agar kota lebih ramah bagi masyarakat.
“Trotoar harus nyaman digunakan. Beberapa ruas jalan juga bisa diatur satu arah supaya lalu lintas lebih tertib,” tambahnya.
Ia turut menyoroti maraknya kafe dan warung kopi sebagai sinyal positif pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, tanpa penataan yang baik, perkembangan tersebut dikhawatirkan tidak maksimal.
Di akhir pernyataannya, Edi Nasapta berharap Pemerintah Kota Pangkalpinang menjadikan pembenahan kota sebagai prioritas utama.
“Kalau kota ini hidup dari pagi sampai malam dengan penataan yang baik, Pangkalpinang akan jadi kota yang nyaman dan membanggakan,” tutupnya. (*)


