Suara Bangka

Suara Bangka

Evakuasi Kapal Hantu, Personil Ditpolairud Polda Babel Bergelut Lumpur

PANGKALPINANG – Personil Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), bergelut dengan lumpur dalam upaya mengevakuasi kapal hantu dari hutan bakau daratan Tanjung Jati, Ogan Kemering Ilir, Sumatera Selatan.

Kapolda Babel, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat menyampaikan personil dilapangan sedang membuat jalan untuk mudahkan proses evakuasi.

“Sampai sekarang masih belum bisa dievakuasi. Jalan lagi kita bikin, kita buat jalan keluarnya. Tapi belum bisa dievakuasi, karena lumpurnya sangat tebal. Jadi sulit untuk nariknya, tapi kita tetap berusaha untuk evakuasi,” ungkap Kapolda dikonfirmasi, Rabu (9/6/2021) malam.

Disinggung estimasi waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi, Kapolda menyatakan hal itu tidak bisa diprediksi.

“Kalau berhadapan dengan alam itu kita tidak bisa memprediksi,” ujarnya.

Dijelaskan Kapolda, setidaknya ada belasan orang personil yang disiagakan di lokasi, termasuk personil yang ada di KP Bintern milik Baharkam Mabes Polri.

“Banyak juga, ada 12 atau 15 orang gitu. (Personil) Kapal Mabes itu mencari barang bukti, karena dia gak bisa merapat juga, karena dangkal di situ. Kapal Mabes itu kan besar, jadi gak bisa sembarangan mepet-mepet ke laut itu. Kapal besar gitu kandas dia,” bebernya.

Kapolda mengimbau kepada Nakhoda dan anak buah kapal tanpa nama tersebut, untuk menyerahkan diri kepada Kepolisian terdekat.

“Kita berharap mereka menyerahkan diri kepada Kepolisian. Mau di Sumatera Selatan boleh, di Lampung boleh. Di manapun gak ada masalah lah bagi kita, agar lebih jelas ini (dugaan kasusnya). Ini spekulasinya luar biasa. Sekarang informasinya macam-macam yang dibawa mereka? Kenapa terus mereka lari? Terlalu rumit spekulasinya. Daripada banyak spekulasi dan tuduhan macam-macam, sebaiknya menyerahkan diri aja,” demikian Kapolda.

Terpisah, Direktur Direktorat Polisi Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Mochamad Zainul, S.I.K, M.H mengungkapkan, proses evakuasi Kapal Hantu itu dipimpin Kasubdit Gakkum, AKBP Toni Sarjaka, bersama puluhan personil yang ditugaskan termasuk KP Bintern milik Baharkam Mabes Polri.

“Yang mimpin (proses evakuasi) Kasubdit Gakkum,” ungkap Kombes Pol M. Zainul, Rabu malam.

Zainul membeberkan, dengan dibantu masyarakat nelayan setempat, upaya evakuasi Kapal Hantu dengan cara membuka jalan terlebih dahulu, baru kemudian ditarik.

“Untuk proses evakuasi, anggota di lapangan dibantu masyarakat nelayan setempat. Sudah sudah coba tarik, tapi belum bisa, masih tidak mau bergerak,” bebernya. (wahyu/romlan)