BANGKA TENGAH – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Bangka Belitung, Riono Budisantoso, menegaskan penamaan Jalan Adhyaksa di Kabupaten Bangka Tengah bukan sekadar pemberian nama, melainkan simbol komitmen penegakan hukum yang selaras dengan pembangunan dan kepentingan masyarakat.
Hal itu disampaikan Riono saat meresmikan Jalan Adhyaksa yang dirangkaikan dengan penanaman pohon tabebuya, Rabu (29/7/2026).
“Hari ini bukan sekadar peresmian nama jalan dan kegiatan menanam pohon. Ini adalah momentum menanam nilai, memperkuat kolaborasi, dan meninggalkan warisan bagi generasi mendatang,” kata Riono.
Menurutnya, Adhyaksa merupakan identitas Kejaksaan Republik Indonesia yang mencerminkan komitmen dalam menegakkan kebenaran, keadilan, kepastian hukum, serta kemanfaatan bagi masyarakat.
Ia mengatakan, sebagaimana fungsi jalan yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, Kejaksaan juga menjadi penghubung antara kepastian hukum dan rasa keadilan, kewenangan negara dan kepentingan masyarakat, serta pembangunan dan penegakan hukum.
“Semoga Jalan Adhyaksa menjadi pengingat bahwa hukum harus menjadi pemandu arah dalam setiap langkah pembangunan,” ujarnya.
Usai peresmian, Kajati bersama pemerintah daerah dan unsur Forkopimda melakukan penanaman pohon tabebuya di sepanjang kawasan Jalan Adhyaksa.
Riono menjelaskan, tabebuya dipilih karena memiliki filosofi ketangguhan. Selain mampu tumbuh di berbagai kondisi, pohon tersebut juga memperindah lingkungan saat berbunga.
Menurutnya, penanaman tabebuya merupakan wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui penambahan ruang hijau sekaligus peningkatan kualitas udara.
“Apa yang kita tanam hari ini adalah warisan kehidupan yang akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Pembangunan harus berjalan seiring dengan keadilan dan kelestarian lingkungan,” katanya.
Riono juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi antara Kejaksaan, pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih serta pembangunan yang berkelanjutan.
Ia pun sempat menyoroti kondisi lahan yang masih terlihat kering setelah penanaman pohon.
“Saya lihat di sini agak kering, mungkin perlu disiram. Mudah-mudahan pohon yang kita tanam hari ini tumbuh subur, memberikan keteduhan, dan menjadi simbol harapan bagi pembangunan Bangka Belitung,” tuturnya. (wah)

