MENTOK — Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat, genap berusia 292 tahun pada 7 September 2026. Usia yang tidak sekadar menandai panjangnya perjalanan sebuah kota, tetapi juga menjadi pengingat bahwa sejarah, identitas, dan masa depan Mentok merupakan tanggung jawab bersama.
Mengusung semangat “Dari Pusaka untuk Masa Depan, Kota Mentok untuk Semua” dengan tema “Warisan Sejarah, Kembangnya Masa Depan”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk kembali melihat Mentok bukan hanya sebagai kota tua, tetapi sebagai kawasan yang memiliki warisan sejarah sekaligus potensi besar untuk berkembang.
Kapolres Bangka Barat menegaskan, perjalanan panjang Mentok tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu. Warisan sejarah harus dirawat, sementara pembangunan masa depan harus berjalan dengan tetap berpijak pada identitas daerah.
“Selamat Hari Jadi Kota Mentok ke-292. Semoga Kota Mentok terus menjadi kota yang aman, nyaman, maju dan menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Barat,” ujar Kapolres Bangka Barat.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi penting bagi kemajuan sebuah daerah. Apalagi Mentok memiliki kekayaan sejarah, budaya, serta potensi pariwisata yang dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Tanpa situasi yang aman dan kondusif, potensi tersebut tentu tidak akan berkembang secara maksimal. Karena itu, kehadiran kepolisian dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan wisatawan dapat menikmati berbagai potensi Mentok secara aman.
Polres Bangka Barat pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan kepolisian yang humanis, responsif, dan mengedepankan pendekatan persuasif.
Semangat “Ikhlas Melayani, Tulus Mengayomi” menjadi pijakan jajaran Polres Bangka Barat dalam menjalankan tugas sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
Usia 292 tahun pada akhirnya bukan sekadar angka. Ia adalah jejak panjang yang menyimpan cerita, perjuangan, dan identitas sebuah kota.
Mentok boleh menua, tetapi semangat membangun tidak boleh surut. Warisan sejarah harus tetap hidup, keamanan harus tetap terjaga, dan masa depan harus terus dikawal. (***)


