PALEMBANG — Membangun kemandirian finansial tidak harus menunggu seseorang memasuki usia produktif. Kebiasaan mengelola uang justru perlu ditanamkan sejak dini agar anak memiliki pemahaman dan karakter finansial yang baik di masa depan.
Melalui program tersebut, anak-anak diperkenalkan pada konsep uang, pentingnya menabung, hingga cara membedakan kebutuhan dan keinginan. Edukasi ini diharapkan tidak sekadar membuat anak terbiasa menyisihkan uang, tetapi juga memahami bahwa uang diperoleh melalui usaha, memiliki nilai, dan perlu dikelola secara bijak.
Peran orang tua menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan finansial anak. Orang tua dapat menjadi contoh melalui perilaku sederhana, seperti menabung secara rutin, merencanakan pengeluaran, serta mengajak anak berdiskusi mengenai kebutuhan dan keinginan.
Bank Sumsel Babel juga mendorong sejumlah kebiasaan yang dapat diterapkan keluarga di rumah.
Pertama, mengenalkan konsep uang dengan menjelaskan fungsi uang dan bagaimana uang diperoleh. Pemahaman ini membantu anak mengetahui bahwa uang memiliki nilai dan tidak diperoleh begitu saja.
Kedua, membiasakan menabung. Anak dapat diajak menyisihkan sebagian uang saku secara rutin. Kebiasaan tersebut menjadi latihan kedisiplinan sekaligus mengajarkan anak menetapkan tujuan keuangan sederhana.
Ketiga, menjadi teladan dalam mengelola keuangan. Anak cenderung meniru perilaku yang mereka lihat. Ketika orang tua terbiasa membuat perencanaan keuangan dan menabung, kebiasaan tersebut berpotensi ikut terbentuk pada anak.
Keempat, membangun komunikasi keuangan dalam keluarga. Anak dapat dilibatkan dalam pembahasan sederhana mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan. Dengan begitu, mereka mulai belajar menentukan prioritas dan memahami bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi segera.
Bagi Bank Sumsel Babel, literasi keuangan sejak usia dini merupakan bagian dari investasi jangka panjang. Pengetahuan mengenai uang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur keuangan, tetapi juga membentuk karakter seperti disiplin, kemampuan merencanakan, kesediaan menunda keinginan, serta memiliki tujuan.
Melalui Pesirah Junior, Bank Sumsel Babel berupaya mengambil peran lebih luas sebagai mitra keluarga dalam menyiapkan generasi yang memiliki pemahaman finansial dan mampu mengelola sumber daya secara bijak.
Bank Sumsel Babel berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta Bank Indonesia, dan merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Sumber: Humas BSB


