PARITTIGA – Pemandangan tak biasa terlihat di Desa Puput, Kecamatan Parittiga. Sejumlah prajurit Yonif TP 946/DM tampak serius mengamati aktivitas di kandang sapi milik warga. Bukan operasi militer, melainkan “misi” menimba ilmu peternakan demi memperkuat ketahanan pangan di wilayah binaan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa peran TNI kini semakin adaptif, tidak hanya menjaga kedaulatan negara tetapi juga aktif mendukung kesejahteraan masyarakat. Dipandu oleh Bapak Hendra selaku Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Parittiga, para prajurit belajar langsung dari praktik lapangan bersama pemilik peternakan, Bapak Dul Asih.
Dengan penuh antusias, para prajurit menyimak setiap detail pengelolaan ternak. Mulai dari teknik sederhana seperti membersihkan sisa pakan, hingga metode yang lebih spesifik seperti pemberian pakan yang tepat, sanitasi kandang, dan cara memandikan sapi agar tetap sehat dan produktif.
“Hal kecil seperti kebersihan kandang ternyata berdampak besar pada kesehatan sapi,” ujar salah satu prajurit di sela kegiatan. Ia menilai pengalaman langsung ini jauh lebih efektif dibanding sekadar teori di atas kertas.
Suasana belajar berlangsung hangat dan interaktif. Diskusi antara prajurit, penyuluh, dan peternak pun mengalir santai namun sarat makna. Demonstrasi langsung di kandang memberi gambaran nyata bahwa ketelitian dan konsistensi menjadi kunci sukses dalam beternak.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari strategi Yonif TP 946/DM dalam membekali prajurit dengan keterampilan praktis. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan sekaligus dibagikan kepada masyarakat di desa-desa binaan.
Melalui langkah ini, TNI menunjukkan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra solusi bagi rakyat. Dari kandang sederhana di Desa Puput, semangat kolaborasi antara TNI, penyuluh, dan warga tumbuh kuat—menuju cita-cita bersama: kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat Parittiga. (*)


