50 Unit Konsentrator Oksigen Bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi Tiba di Belitung

TANJUNGPANDAN – Yayasan Buddha Tzu Chi menyumbang 50 unit konsentrator oksigen untuk masyarakat Belitung, Senin (9/8/2021).

Alat tersebut diterbangkan dari Jakarta menggunakan pesawat milik TNI AU dan tiba di Bandara HAS H.AS Hanandjoeddin, Senin, Pukul 15.25 WIB.

Alat tersebut sudah diterima dalam kondisi baik oleh Wakil Gubernur Abdul Fattah, didampingi Bupati Belitung Sahani Saleh dan Wakilnya Isyak Meirobie serta jajaran Forkopimda Belitung.

Isyah Meirobie, Senin malam dalam keterangan tertulisnya mengatakan, alat tersebut kemudian di antarkan bersama secara langsung ke RSUD Haji Marsidi Judono pada pukul 16.15 WIB.

“Dipergunakan segera sebanyak 35 unit oleh RSUD H. Marsidi Judono dan 15 unit untuk RSUD Belitung Timur,” kata Isyak.

Saat ini kata Isyak, RSUD Haji Marsidi Judono merawat sebanyak 80 pasien terpapar Covid-19. “Membutuhkan kesinambungan oksigen,” ujarnya.

Selain itu, Isyak menyebutkan menerima bantuan dari Mabes Polri 220 tabung oksigen.

Baca Juga  Si "Raksasa" itu Akhirnya Tumbang: Aktivis, Netizen Murka

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak atas bantuannya. TNI AU, AD, AL, Polri, Kejaksaan RI, Jajaran Kodim Belitung dalam pendampingan dan program vaksinasi bagi masyarakat selama ini, hal ini akan membantu Belitung lebih cepat pulih dalam membangun Herd immunity,” ujar Isyak.

Tak hanya itu, sebagaimana yang diwartakan suarabangka.com sebelumnya, saat ini KRI Semarang 594 diperkirakan tiba di Tanjungpandan, Selasa, (10/8/2021) besok, sekira pukul 08.00 WIB.

Lantas, apa itu oksigen konsentrator dan bagaimana cara kerjanya?

seperti dilansir dari Kompas.com, tak seperti oksigen medis yang disuplai dari unit industri melalui tabung, konsentrator oksigen merupakan perangkat yang dapat dioperasikan di rumah.

Melansir Oxygen Concentrator Store, perangkat ini dapat bekerja dengan menyambungkannya ke stopkontak listrik atau menggunakan baterai.

Cara kerja alat ini adalah menyaring udara di ruangan yang awalnya terdiri dari 80 persen nitrogen dan 20 persen oksigen.

Baca Juga  DPRD Babel Dukung Pembangunan Monumen Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Lalu konsentrator oksigen menggunakan udara itu, kemudian menyaringnya dan diubah menjadi 90 hingga 95 persen oksigen murni.

Nitrogen dipisahkan untuk memberi pasien dosis oksigen setinggi mungkin.

Secara garis besar, kerja konsentrator oksigen sendiri terdiri dari 5 langkah berikut:

1.Mengambil udara dari ruangan
2.Mengompres oksigen
3.Memisahkan nitrogen dari udara
4.Menyesuaikan cara udara disalurkan
5.Mengeluarkan udara murni

Ada banyak bagian yang membentuk konsentrator oksigen portabel. Kompresor dan dua buah filter adalah beberapa bagian utama.

Satu filter untuk mengambil udara dari luar, sementara saringan berikutnya untuk mengalirkan oksigen ke pasien

Nantinya, udara yang terkompresi akan bergerak ke dalam saringan. Saringan inilah yang berperan untuk memisahkan nitrogen dari udara.

Bagian penting lainnya adalah sistem pendingin yang menjaga konsentrator oksigen portabel dari panas berlebih.

Baca Juga  KPU Belitung Kunjungi Kodim 0414, Koordinasikan Tahapan Pemilu dan Pilkada 2024

Oksigen konsentrator bisa memiliki kecepatan produksi oksigen hingga sebanyak 5 liter per menit (LPM).

Alat ini juga dilengkapi dengan panel untuk mengatur kadar oksigen yang dibutuhkan oleh pasien.

Selanjutnya, pasien dapat menggunakan kanula hidung atau masker khusus yang terhubung pada alat tersebut.

Apabila dibandingkan dengan tabung oksigen cair, oksigen konsentrator dinilai lebih simpel dan mudah dibawa. Serta juga dapat digunakan di rumah.

Alat ini juga tidak perlu diisi ulang seperti halnya tabung oksigen cair, juga dinilai lebih aman daripada oksigen cair karena tidak mudah bocor.

Kendalanya, alat ini memerlukan sambungan listrik sehingga tidak dapat berfungsi apabila listrik mati atau tidak ada jaringan listrik.

Meksipun dapat digunakan sendiri di rumah, pasien yang menggunakan alat ini juga perlu seizin dan mendapatkan pengawasan dari dokter. (fh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *