Harwin, Pekerja Tambang Terjatuh di Perairan Pantai Parai Ditemukan Meninggal Dunia, Ataw Membantah Itu Buahnya

BANGKA – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam di perairan laut Matras, Minggu (5/12/2021). Adalah Harwin (26), pekerja tambang, warga Sampur Kecamatan Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah.

Ironisnya, Harwin ditemukan sudah meninggal dunia (MD) tak jauh dari  lokasi titik awal korban terjatuh dari kapal.

Saat ini jenazah Harwin sudah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

“Sudah ditemukan siang ini oleh tim SAR gabungan yang melakukan pencarian di lokasi kejadian. Penemuan tidak jauh dari lokasi titik jatuh dan saat ini jenazah sudah dievakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga. Memang kendala cuaca sejak pagi sampai saat ini masih turun hujan, namun setelah cuaca agak reda dan dilakukan pencarian dan korban berhasil ditemukan,” kata Fazzli, Kepala Kantor Basarnas Pangkalpinang, Minggu (5/12/2021).

Baca Juga  Pasca Kebakaran, Forkopimda Babel Tinjau Ponpes Tahfidz Guntur

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan laut di perairan Pantai Parai Kecamatan Matras pada Sabtu (4/12/2021) sekira pukul 02.50 WIB dengan korban 2 orang ABK berkerja sebagai penambang disebut juragannya bernama Ataw.

Adapun kronologis kejadian berdasarkan keterangan dari pelapor pada Sabtu (4/12/2021) pukul 00.00 WIB kapal bertolak dari Pelabuhan Sampur Pangkalpinang menuju Jebus dengan menarik ponton timah pada pkl 02.00 WIB.

Dalam perjalanan kapal menabrak karang di wilayah Perairan Pantai Parai, Sungailiat, Bangka hingga mengakibatkan Harwin terjatuh ke laut.

Baca Juga  Perizinan PT Pulomas Dicabut, Proyeksi PAD Kabupaten Bangka Ikut Terdampak

Tim SAR Gabungan saat ini yang terdiri dari personil Basarnas, TNI, Polri, BPBD dan Delawan Laskar Sekaban beserta masyarakat nelayan sekitar lokasi kejadian sedang melaksanakan pencarian.

Kondisi cuaca di lokasi berdasarkan data BMKG saat cuaca berawan dan hujan dengan kecepatan angin : 7 knot tinggi gelombang 0.2 – 2,5 m.
Menurut sumber terpercaya radarbabel.co jaringan suarabangka.com benar kedua pekerja tambang tersebut anak buah Ataw.

“Benar, mereka berdua anak buah Ataw berkerja sebagai penambang dan tinggal di Sampur,” kata sumber.

Baca Juga  Raperda Penyelenggaraan Kearsipan Siap Menyongsong Digitalisasi

Menurut catatan wartawan, sudah dua kali pekerja Bos Ataw mengalami kecelakaan. Beberapa bulan lalu seorang operator alat berat (PC) tenggelam dan tewas di lokasi tambang illegal belakang bandara Depati Amir. Perkaranya pun hilang ditelan bumi belum ada tindak lanjut/proses hukum dari aparat penegak hukum (APH).

Sementara  Ataw sendiri membantah bila kedua ABK yang mengalami kecelakaan tersebut adalah anak buahnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *