Suara Bangka

Suara Bangka

Camat dan Kapolsek Minta Warga Mapur Jangan Anarkis

BANGKA – Penolakan warga Mapur Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka terhadap aktivitas Kapal Isap Produksi (KIP) diperairan Tuing tak terbendung.

Bahkan salah seorang pengurus KIP, Denny yang bermukim di Dusun Tuing saat ini terancam diusir warga dari Desa Mapur. Beruntung saat warga bersama perangkat desa dan BPD mendatangi rumah pengurus KIP tersebut tidak berada ditempat.

Tak berapa lama berselang Camat Riausilip Lingga Pranata dan Kapolsek IPTU Fajar tiba dilokasi untuk berdialog dengan warga.

Namun dialog semakin memanas manakala aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada Camat dan Kapolsek Riausilip tidak menuai kata sepakat.

“Jadi keputusan masyarakat harus diikuti oleh saudara Denny. Apabila terjadi sesuatu dikemudian hari kami tidak bertangungjawab,”ujar Ketua Forum Nelayan Dusun Tuing, Edo Susanto, Senin (21/6/2021).

Sementara Ketua Karang Taruna Desa Mapur, Gilang menegaskan aspirasi masyarakat nelayan yang disampaikan kepada pemerintah Kecamatan tidak membuahkan hasil.

“Kapolsek ingin kami perwakilan dari masyarakat membuat pengaduan bila saudara Denny melangar perjanjian. Tapi masyarakat menginginkan agar saudara Danny segera keluar dari Desa Mapur,” terang Gilang.

Sementara Kapolsek Riausilip IPTU Fajar mengimbau agar warga tidak melakukan tindakan anarkis. Dia mempersilahkan kepada perwakilan masyarakat nelayan segera membuat pengaduan bila ada pelangaran hukum terhadap oknum panitia KIP Tuing.

“Kalau ada unsur pidananya silahkan membuat laporan pengaduan, kita terima. Setelah itu kita pelajari dulu nanti,”ujar Fajar.

Camat Riau Silip Lingga Pranata mengatakan kedatangannya ke Desa Mapur bersama Kapolsek setelah mendapat telpon dari Kades terkait kedatangan warga ke rumah pengurus KIP di Dusun Tuing.

“Saya mendapat telpon dari Kades bila ada ramai-ramai di Desa Mapur, makanya kami kesini untuk memastikan agar warga tidak berbuat hal yang tidak diinginkan,”terangnya. (wahyu)